Nubuatan dan Kebenaran menurut Injil

Beranda » Kebenaran Firman Tuhan – Buku 2 » 2.6 – Apa yang Alkitab ajarkan

2.6 – Apa yang Alkitab ajarkan

– tentang struktur sebuah rumah dan sebuah keluarga?

Masalah terbesar dengan masyarakat kita hari ini, seperti kita tahu, adalah disintegrasi keluarga. Tanpa kasih, kesatuan, keluarga yang terstruktur, orang akan tumbuh mejadi pemarah, kesepian dan takut. Mereka belajar hanya bergantung pada diri sendiri dan belajar untuk mengabaikan perasaan belas kasih dan kesopanan karena, lebih sering daripada tidak, mereka terluka ketika mereka menjangkau orang lain. Mereka tidak benar-benar tahu apa itu cinta tapi mereka menginginkan hal itu. Mereka kadang-kadang berpikir bahwa sayang-sayangan dan birahi adalah cinta sejati. Jika anda sudah dewasa, anda mungkin tahu bahwa segera setelah kebaruan tersebut mereda, perasaan “cinta” ini juga memudar jika tidak ada cinta sejati dalam hubungan itu. Kadang-kadang orang hidup tanpa cinta sama sekali dan terperosok ke dalam lubang hitam kesengsaraan dan pencarian terus-menerus untuk sesuatu yang mereka tidak pernah bisa temukan. Beberapa menggunakan obat dan / atau alkohol untuk mengisi ruang kosong, sementara yang lain menemukan cara yang berbeda untuk mengisi kekosongan. Beberapa orang mencoba terus untuk menemukan cinta lagi dan lagi dan lagi, tetapi selalu jatuh ke tempat yang sunyi yang sama pada akhir setiap hubungan. Yang banyak dari kita tidak sadari adalah bahwa Tuhan adalah kasih. Tanpa Dia, bagaimana kita bisa benar-benar mencintai seseorang, atau bahkan mencintai diri sendiri? Semakin kita mengasihi Yesus dan berserah kepada Roh Kudus, semakin kita mampu mencintai satu sama lain dan benar-benar mengalami apa yang Tuhan inginkan bagi kita!

Dan kita tidak bisa lupa bahwa ada si penipu (setan) yang menunggu untuk menipu kita, yang menginginkan kita untuk berpikir bahwa kita tidak layak untuk mendapatkan kasih. Terlalu mudah untuknya bilamana banyak dari kita yang datang dari keluarga yang retak, yang berpikiran tidak ada yang mengasihi kita… kita langsung masuk dalam perangkapnya. Firman Tuhan memberitahu kita bahwa Tuhan mengasihi setiap kita dan tidak Ia tidak mau satu jiwapun hilang. Jangan biarkan si penipu itu meyakinkanmu bahwa hal itu jauh di awang-awang. Tidak ada dosa yang terlalu hitam yang tidak dapat Tuhan ampuni. Dosa yang tidak bisa diampuni adalah menghujat Roh Kudus (Tuhan), yang dalam bahasa sederhananya berarti menolak Tuhan, menolak Yesus. Jika Tuhan memanggilmu, berarti Ia ingin anda selamat. Engkau layak mendapat kasih-Nya!

Ketika aku bertemu istriku, hal pertama yang ia beritahukanku adalah jika aku tidak mengasihi Tuhan lebih daripadanya ia tidak mau hidup bersamakku. Hal ini sungguh sebuah contoh yang baik dari seharusnya semua jenis hubungan. Kita harus menempatkan Tuhan di tempat pertama, dan pasangan kita nomor dua, dan selalu menempatkannya kehendak dan tutunan-Nya di atas kehendak dan kemauan kita.

Saya suatu hari mendapat email, yang diteruskan dari seorang teman, dan itu begitu mengena hatiku karena begitu, sangat benar.

Berdansa bersama Tuhan

Ketika kita merenungkan kata “Guidance” (tuntunan – red), saya selalu melihat kata “dance” (dansa – red) di akhir kata tersebut. Saya ingat bahwa saya pernah membaca bahwa melakukan kehendak Tuhan mirip sekali dengan berdansa. Ketika dua orang berusaha memimpin dansa tersebut, pasti tidak cocok. Pergerakannya tidak akan menyatu dengan musik, dan segala gerakannya tidak nyaman dan memalukan. Ketika salah satunya menyadari hal itu, dan membiarkan yang lain menuntun, kedua tubuh itu mulai mengalir dengan musik. Yang satu memberikan arahan lembut, mungkin dengan berusaha mendorong ke belakang atau agak menekan ke arah lain. Sehingga akan tampak bahwa kedua tubuh tersebut menyatu, dan menari dengan indah. Dansa membutuhkan kerelaan, kemauan, dan perhatian dari satu pihak dan tuntunan halus dan kecakapan dari yang partner yang satunya.

Email itu sungguh bagus dan sungguh merupakan arti dari sebuah hubungan bersama Tuhan yang seharusnya. Kalau anda betul melakukannya, pasti tiada duanya!

Dansa tersebut bisa jadi indah di rumah tangga.

Kita tahu, bahwa untuk mendapatkan hubungan yang sempurna dengan Tuhan, dan memberitahu kita bagaimana kita dapat memiliki hubungan yang sempurna dengan suami atau istri kita. Dengan orang tua sebagai tim yang sempurna maka kesempatan agar anak kita juga mendapatkan hubungan yang sempurna juga lebih besar. Masyarakat yang kita sekarang hidup, adalah apa yang Tuhan Yesus sebut sebagai “dunia” telah terputar balikkan dan menyesatkan jalan Tuhan dengan berbagai cara. Jangan lupa siapa musuh kita sebetulnya. Ia menipu bahkan orang yang paling pintar dan paling bijak. Cara Tuhan dalam sebuah rumah tangga adalah sama dengan cara dansa yang sudah kita miliki bersama Tuhan. Yang paling sulit adalah bagi seorang pria untuk dapat menyerahkan dan tunduk dalam segala sesuatu. Bahkan jika anda seorang yang keras seperti saya sekalipun. Tidak begitu susah ketika engkau tunduk kepada pencipta jagat raya. Saya rasa Dia tahu semua lebih dari yang saya tahu. Ia tidak pernah keliru an Ia melalukan segala sesuatunya sempurna, walaupun kita sering tidak mengerti mengapa dan apa yang Dia lakukan. Kita hanya cukup percaya saja di dalam kebijakan-Nya yang tak terbatas. Ia tahu yang terbaik. Mungkin lebih sulit bagi wanita untuk tunduk kepada kehendak Tuhan, dalam hal ini, dalam budaya barat. Ia tidak mengatakan kepada wanita untuk melakukan apa yang dunia berikan pada mereka dengan begitu banyak hadiah yang diberikan! Dunia mengajarkan wanita untuk menjadi wanita yang kuat, mandiri, dan menjadi pemimpin rumah tangga. Hal ini memaksa banyak wanita ketika pria meninggalkan mereka untuk mengasuh anak mereka sendiri. Gerakan kebebasan wanita juga membawa perubahan yang besar pada masyarakat barat di abad terakhir ini. Anda mungkin tidak pernah mendengar pergerakan kebebasan wanita lagi karena hal itu sekarang sudah menjadi bagian dari budaya. Namun jalan Tuhan sungguh berbeda. Dengan jalan Tuhan, wanita tidaklah dibiarkan untuk membesarkan anak mereka seorang diri, tetapi sebelum seseorang mulai menunjuk-nunjuk mari kita pastikan kita mengerti bahwa kedua pria dan wanita harus tunduk kepada perintah Tuhan agar bekerja apa yang Tuhan kehendaki itu berjalan. Dengan jalan Tuhan, seorang pria harus mencintai istrinya sebagaimana Kristus mencintai gereja, dan dengan demikian seperti ia mencintai dirinya sendiri. Dia harus merawat istrinya seperti ia merawat dirinya. Ia harus membahagiakannya dan meninggikannya dengan pujian. Dengan jalan Tuhan, seorang wanita harus menundukkan dirinya kepada suaminya segala sesuatu, menghormati, mencintai, dan menghormatinya dalam segala hal. Dengan jalan Tuhan, seorang suami harus menunduk dirinya dalam segala sesuatu kepada Tuhan.

Sebelum kita melihat ayat kitab suci saya ingin mengatakan satu hal lagi. Aku harus bertanya pada diri sendiri, mengapa Tuhan mengaturnya dengan cara ini? Aku memuji wanita dan saya dapatkan mereka penyayang, cerdas, dan sebagai indah di dalam seindah mereka di luar. Mengapa di dunia Tuhan membuat aturan seperti ini? Bukankah pria dan wanita diciptakan sama? Jawabannya adalah ya, dan inilah apa yang saya temukan. Ini adalah hukuman atas dosa. Ketika Hawa makan apel dan memberikannya kepada suaminya, Tuhan menciptakan perubahan ke bumi dan diberikan hukuman untuk pria dan wanita.

Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” 17  Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19  dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”.

Ini karena dosa asal. Ini hukuman kita. Nyeri saat melahirkan, harus tunduk pada peraturan lain, duri dan onak, tanah dikutuk dan akan ada kesedihan bagi pria maupun wanita. Dan hal itu tidak membayar dosa itu. Kita bisa melihat hal itu dengan sangat jelas! Ketika semua telah dikatakan dan dilakukan, Tuhan akan memulihkan hal-hal itu kembali. Kami semua diciptakan sama dan kami juga akan sama ketika kita berada di surga bersama Tuhan. Ini bukan subyek menyenangkan untuk dibicarakan tetapi penting untuk dipahami apa yang Tuhan lakukan bagi kita. Daripada menghancurkan kita dan pindah ke sesuatu yang lain, Tuhan telah memberikan kita kesempatan untuk hidup! Pujilah cinta-Nya yang kekal!

Baik, sekarang mari kita lihat kitab suci dan kita lihat apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

Yesus Kristus berkata bahwa Ia datang, tidak untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan mengorbankan diri-Nya bagi kita!

Markus 10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Tempat seorang pria di rumah tangga seperti Kristus kepada gereja. Bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan mengorbankan dirinya bagi keluarganya sebagai bentuk pelayanannya bagi Tuhan.

Efesus 5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23  karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24  Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25  Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26  untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27  supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28  Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29  Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30  karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31  Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 32  Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Pria harus mengasihi istrinya seperti ia mengasihi dirinya bahkan seperti Tuhan mengasihi gereja. Pria dan wanita menjadi satu tubuh, tetapi pria adalah kepala. Wanita harus tunduk kepada suaminya dalam segala hal, hormat dan tunduk padanya.

1 Kor 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. 2  Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu. 3  Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. 4  Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. 5  Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6  Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. 7  Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. 8  Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. 9  Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki. 10  Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. 11  Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. 12  Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah..

Pria itu sama dengan istrinya di mata Tuhan karena semua di dalam gereja adalah sama di mata Tuhan karena segala sesuatu diciptakan oleh Tuhan, baik pria maupun wanita. Kepala manusia adalah Kristus dan kepala wanita adalah laki-laki. Tuhan memberi kita pedoman ini dan kita harus ingat bahwa ada urutan yang tepat di dalam gereja (Kristus adalah pemimpin), dan di rumah (laki-laki adalah pemimpin), dengan satu pemimpin yang mengikuti otoritas tertinggi dari Tuhan.

1 Tim 2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 10  tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah. 11  Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. 12  Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. 13  Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa. 14  Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. 15  Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

Wanita itu tidak boleh merebut otoritas atas suaminya seperti anggota gereja tidak akan merebut otoritas atas pendeta. Perempuan harus menghiasi diri dengan rendah hati dan “perbuatan baik”. Dia harus menjadi kudus, setia, penuh cinta dan sederhana.

1 Petrus 3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2  jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3  Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4  tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5  Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, 6  sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 7  Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Perempuan harus tunduk kepada suami mereka bahkan jika suaminya tidak mengikuti Kristus, membiarkan tindakannya berbicara untuk imannya agar ia juga dapat dimenangkan bagi Kristus! Dia harus meningkatkan penampilannya dan / atau menghiasi dirinya dengan roh yang lemah lembut dan tenang, seperti yang disukai Tuhan. Suami harus mengasihi dan menghormati istri mereka, mengangkat mereka dan melindungi mereka.

Titus 2:2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. 3  Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4  dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5  hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. 6  Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.

Pria dan wanita tua harus menjadi teladan untuk yang lebih muda, dan mengajarkan hal-hal yang baik. Mereka tidak boleh pemabuk atau pembohong, tetapi harus mengasihi, setia kepada Tuhan, sabar dan patuh.

Kolose 3:18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

Tuhan mengasihi sebagaimana seorang istri yang tunduk pada suaminya. Suami harus mengasihi istri mereka dan tidak boleh keras dengan mereka.

1 Tim 3:4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5  Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Tuhan? 6  Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7  Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. 8  Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9  melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10  Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11  Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

Seorang pria harus memerintah rumahnya dengan rapi dan baik di mata Tuhan. Bagian atas berbicara tentang seorang pria yang ingin mengepalai gereja, tetapi dapat diterapkan kepada siapa saja yang ingin menjadi saksi, guru, pendeta, atau berada di setiap layanan Kristus. Jika anda tidak memerintah rumah anda sendiri dengan baik, bagaimana bisa anda menangani sebuah pelayanan?

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 6  Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” 7  Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. 8  Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 9  Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

15  Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16  Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Tuhan. 17  Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Jangan mengingini hal-hal yang bukan dari Tuhan dan puas dengan apa yang anda miliki. Jangan takut apa yang orang lain akan lakukan, namun percaya pada Tuhan. Taat dan tunduk kepada mereka yang memimpin anda. Suami, memahami tanggung jawab yang datang dengan kepemimpinan. Ingatlah bahwa Kristus memimpin dengan contoh dan tidak pernah memaksa kehendak-Nya pada siapa pun. Dia memimpin dengan kasih dan kebaikan.

Saya benar-benar percaya bahwa jika pria dan wanita keduanya menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan, mereka akan mengalami persatuan dan cinta tidak seperti sebelumnya. Keluarga akan dikembalikan ke apa yang diinginkan Allah untuk menjadi dan anak-anak akan mendapat manfaat bahkan lebih dari orang tua.

Bagi orang-orang yang membaca bab ini, saya ingin anda tahu bahwa istri saya menangis karena sukacita ketika dia membaca ini. Saya diberkati dengan seorang wanita yang mencintai saya dan menunjukkan kepada saya cintanya setiap hari karena saya mengikuti bimbingan firman Tuhan dan bukan cara-cara dunia. Saya berusaha untuk memberikan apa yang dia butuhkan, bertindak dengan cara Tuhan memberitahu saya dalam pernikahan saya, dan dia mengembalikannya kepada saya, dan kemudian bahkan memberi saya, sebagai imbalan.

Berdansa di rumah dapat begitu indah. Pujilah Tuhan senantiasa! Dia layak mendapatkan pujian!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: