Beranda » Kebenaran Firman Tuhan – Buku 2 » 2.1 – Teologi vs. Filsafat

2.1 – Teologi vs. Filsafat

Sementara definisi teknis dari kata-kata ini dapat diekspresikan dengan cara yang berbeda, arti yang diterima secara luas dari istilah-istilah ini adalah ketika istilah tersebut diperhadapkan dengan doktrin Alkitab sebagai berikut ini:

Teologi adalah kompilasi dari dua atau lebih fakta yang ditemukan dalam kitab suci, dan menempatkan mereka bersama-sama untuk mengungkapkan fakta-fakta kebenaran tertentu.

Filsafat adalah suatu pencarian untuk memahami doktrin dengan cara berspekulasi ketimbang arti yang dapat diobservasi, atau analisis dasar dan konsep yang mengekspresikan keyakinan mendasar di mana fakta tertentu tidak disebutkan dalam kitab suci. Praktek ini diterapkan di banyak bagian yang kurang jelas dalam Alkitab di mana fakta tidak dinyatakan, tetapi pernyataan dibuat sementara tidak memberi kita pemahaman penuh tentang apa arti sebenarnya.

Ada banyak konsep teologis yang didasarkan pada interpretasi filosofis atas suatu bagian yang tidak jelas atau sulit dimengerti. Praktek ini sangat menodai dan merusak praktik teologi yang benar dan dapat menyelewengkannya jauh dari kebenaran. Jika konsep teologis didasarkan pada akar filsafat, teologi akan dirusak oleh spekulasi semenjak awal dan tidak dapat dipercaya sebagai kebenaran yang utuh.

Ada banyak ayat yang tidak jelas dalam Alkitab tetapi dapat dimengerti dengan cara menemukan topik yang sama di ayat yang lainnya sehingga pemahaman yang lebih lengkap diberikan.

Sebagian besar pernyataan doktrinal dalam Alkitab berulang di banyak tempat. Hal itu membuatnya sangat mudah bagi kita untuk memahami beberapa poin yang Tuhan ingin kita pahami sebagai hal penting bagi-Nya. Kita bisa membaca dan mempelajari Alkitab dan menerapkan teologi yang benar untuk mendapatkan pemahaman penuh bahkan jikapun cara itu ditulis berdasarkan budaya pada waktu itu ditulis, atau jikapun ada perbedaan dalam penulisan kata-kata yang sulit kita pahami ketika kita hanya membaca satu ayat mengenai topik yang sedang dibahas.

Hal ini sangat penting bahwa kita tidak mengambil bagian yang tidak jelas saja, dan mencoba memahaminya berdasarkan ide spekulatif. Kita harus mengabaikan setiap konsep yang didasarkan pada spekulasi jika kita menemukan tempat lain dalam Alkitab yang bertentangan dengan konsep filsafat. Dan, jika ide itu tidak dapat dibuktikan dengan studi yang cermat dari kitab suci, maka kita tidak boleh percaya bahwa hal itu sebagai sebuah doktrin yang layak dipercaya karena masih berupa ide filosofis, daripada kebenaran teologis.

Kolose 2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus..

Mistery Tuhan?

Banyak orang akan mencoba untuk mengatakan bahwa Alkitab tidak dapat dipahami kecuali jika Anda memiliki seseorang untuk menjelaskan dan menafsirkan setiap kata dan setiap pikiran karena mereka mengatakan hal itu begitu dalam dikaburkan oleh salah penafsiran karena kata-kata yang diterjemahkan, dan mereka sebut itu sebagai makna tersembunyi yang ada di seluruh Alkitab. Mereka menggunakan konsep ini untuk menipu orang lain agar menjadi percaya pada doktrin filosofis mereka. Saya harus bertanya, mengapa Tuhan melakukan itu? Mengapa Dia menyembunyikan kebenaran dari orang-orang yang benar-benar mencarinya ketika Dia berjanji bahwa kita akan menemukan kebenaran jika kita mencarinya? Saya tahu bahwa misteri Tuhan digunakan sebagai alasan oleh kebanyakan orang, tapi saya tidak percaya bahwa misteri Tuhan adalah untuk orang-orang kudus. Misteri adalah bagi mereka yang tidak ingin percaya pada Tuhan, atau mereka pemilik doktrin yang memilih untuk percaya doktrin mereka, apapun alasannya, daripada mencari kebenaran apakah mereka suka atau tidak dengan kebenaran itu.

Ada bagian-bagian dalam Alkitab di mana Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa umat-Nya akan mengerti, tetapi yang lain tidak akan .

2 Kor 4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Tuhan .

Kolose 1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya:

Misteri Kristus dinyatakan kepada orang-orang kudus melalui injil, kematian, kubur, dan kebangkitan Yesus.

1 Tes 5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2  karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3  Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman–maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin–mereka pasti tidak akan luput. 4  Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri.

Paulus mengatakan bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri di malam hari, tapi hanya untuk mereka yang di dalam kegelapan, bukan orang-orang kudus. Kita akan tahu dan mengharapkannya.

Rev 10:7 Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Tuhan, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi

Misteri Tuhan akan selesai pada saat bunyi malaikat ketujuh terdengar karena Tuhan akan kembali dan akan mendirikan Kerajaan-Nya. Tidak akan ada lagi misteri apa pun pada waktu itu.

Markus 4:11 Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Tuhan, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12  supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.

Mereka yang tidak mengasihi Tuhan dan tidak memiliki kasih untuk kebenaran tidak akan diberikan pemahaman tentang misteri Kerajaan Tuhan. Ini akan menjadi misteri bagi mereka, tetapi hanya sebuah misteri bagi mereka, bukan misteri bagi kita.

Dan 12:10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Pada hari-hari terakhir sebelum kedatangan Tuhan, orang fasik tidak akan mengerti, tetapi mereka yang bijaksana, orang-orang kudus, akan mengerti.

Efesus 3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus

Kita paham bahwa misteri itu adalah bagi orang yang tidak percaya, melalui pembacaan firman Tuhan. Tuhan juga memberikan firman-Nya sebagai doktrin, teguran, koreksi, perintah……

2 Tim 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran:

Jika itu benar, maka mengapa Tuhan membuatnya menjadi mustahil bagi seseorang memahami firman-Nya? Tidak mungkin. Tidak mungkin Dia melakukannya. Dia memberi kita firman-Nya sehingga kita bisa mengerti jika kita sungguh-sungguh mencari.

Jika kita memiliki Roh Kudus di dalam kita, kita memperoleh pemahaman melalui Dia, dan tidak perlu orang lain untuk memberitahu kita apa artinya.

1 Yohanes 2:27  Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu–dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta–dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

TAPI! Berikut kuncinya! Anda harus mencintai kebenaran dan bersedia untuk membiarkan Roh Kudus menuntun Anda untuk itu. Jika Anda mencari bukti doktrin yang ingin Anda percayai, Anda mungkin akan menemukan.

2 Tes 2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. 11 Dan itulah sebabnya Tuhan mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta :

Kita harus sungguh-sungguh mencintai kebenaran sehingga kita terus mencari instruksi dan koreksi, bukan bukti untuk keyakinan kita, ketika kita mempelajari Alkitab. Kita harus menjaga agar bukan keinginan atau pendapat kita dari Alkitab! Kita harus menjauhkan apa yang kita pikir kita tahu, dan sungguh-sungguh mencari kebenaran suka tidak suka dengan apa yang kita temukan.

Ini bukan untuk mengatakan bahwa kita tidak boleh mempelajari karya orang lain. Tapi, kita tidak bisa membiarkan diri kita terjebak dalam doktrin yang salah. Ada cukup banyak doktrin palsu yang begiut masuk akal jika kita membiarkan teologi filosofis untuk berbaur dengan kebenaran. Kita perlu tahu firman dengan membaca dan mempelajari dan mempelajari kitab suci yang dikutip oleh penulis dari setiap karyanya dengan sangat rinci untuk memeriksa apakah ada ide yang spekulatif untuk kita buang. Saya menggunakan orang lain untuk bekerja mendapatkan ide-ide tentang jalan baru studi. Tapi, saya tidak hanya percaya apapun yang mereka katakan kecuali saya mempelajarinya sendiri dan membuktikan apapun caranya dengan Alkitab itu sendiri.

Satu hal bahwa kita perlu orang lain adalah untuk untuk memastikan kita tidak mengikuti interpretasi kita sendiri yang keluar dari kehendak dan keinginan kita. Sangat mudah untuk meyakinkan diri sendiri bahwa apa yang kita lakukan berasal dari Tuhan, yaitu ketika kadang hal itu sesuai dengan apa yang kita inginkan agar terjadi. Kita harus memastikan bahwa kita tidak jatuh ke dalam perangkap itu. Kami harus berhati-hati agar kita tidak tertipu oleh diri kita sendiri dan bahwa kita benar-benar mendengarkan Tuhan dan mendengar suara-Nya dan bukan milik kita sendiri. Ada penipuan besar di dunia saat ini. Baca Alkitab sendiri. Jangan bergantung pada seseorang untuk memberitahu Anda apa yang dikatakannya. Jika kita pikir sesuatu itu berasal dari Tuhan, kita dapat memeriksa dengan menggunakan firman dan jika itu tidak sejalan dengan firman, kita bisa yakin itu bukan dari Tuhan.

Tuhan memberikan kita firman-Nya bahwa kita dapat mengetahui dan memahami-Nya. Kita harus menjauhi filsafat dan penipuan. Kita perlu membaca Alkitab cukup, dan cukup mempelajarinya bahwa teologi yang kita pelajari adalah benar dan tak terbantahkan.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: